Viral! Tren Nikah Massal di Puncak Gunung Rame

Berita, Nasional632 Dilihat
banner 468x60

Bogor, 2025 — Media sosial tengah dihebohkan dengan video viral yang memperlihatkan belasan pasangan menikah secara bersamaan di puncak Gunung Rame, Jawa Barat. Disertai panorama alam yang memesona, prosesi pernikahan ini tampak begitu sakral sekaligus estetik. Dalam waktu singkat, tagar #NikahDiGunung pun menjadi trending topic di berbagai platform.

Tak hanya unik, acara ini juga menyentuh aspek spiritual, sosial, dan lingkungan. Banyak yang menyebutnya sebagai bentuk baru dari pernikahan modern yang selaras dengan alam dan nilai kebersamaan.

banner 336x280

Awal Mula Viral

Video berdurasi dua menit yang diunggah oleh akun TikTok @pendakicinta menampilkan prosesi ijab kabul di tengah kabut tipis dan alunan angin pegunungan. Terlihat pasangan-pasangan muda mengenakan busana adat sederhana, dikelilingi keluarga, pendaki, dan petugas pencatat nikah.

Caption yang menyertai video tersebut berbunyi, “Saksi alam dan langit jadi saksi cinta kami. 13 pasangan sah di puncak 1.982 mdpl ❤️”.

Hanya dalam sehari, video itu ditonton lebih dari 8 juta kali, disukai oleh 600 ribu pengguna, dan dibagikan ribuan kali.


Apa Itu Gunung Rame?

Gunung Rame adalah gunung berapi tidak aktif di Kabupaten Bogor dengan ketinggian sekitar 1.900 meter di atas permukaan laut. Tidak seterkenal Gede atau Pangrango, namun sejak 2024, kawasan ini mulai ramai dikunjungi karena aksesnya yang relatif mudah dan panorama hutan pinus yang memikat.

Sejak viralnya pernikahan massal ini, pengelola jalur pendakian Gunung Rame mencatat lonjakan pengunjung hingga 300% dalam seminggu terakhir.


Motivasi di Balik Nikah Massal di Gunung

Menurut penyelenggara acara, komunitas sosial Langkah Cinta Nusantara, tujuan dari nikah massal ini adalah untuk mendekatkan sakralitas pernikahan dengan kekuatan alam dan memberikan kesempatan menikah layak bagi pasangan dari kalangan menengah ke bawah.

“Kami ingin mendorong pernikahan yang bermakna, murah, dan tetap berkesan. Alam adalah saksi agung yang tidak akan lupa,” ujar Koordinator Komunitas, Dito Wahyono (34).

Acara ini difasilitasi secara gratis dengan bantuan relawan, donatur, dan pemerintah desa setempat. Prosesi dilengkapi dengan pencatatan resmi dari KUA, serta bimbingan pranikah spiritual dan psikologis.


Reaksi Warganet: Antara Haru dan Heboh

Beragam reaksi muncul di media sosial. Banyak yang tersentuh dan menganggap acara ini sebagai bentuk cinta yang tulus tanpa harus boros. Tapi ada pula yang mengkhawatirkan soal keamanan dan dampak lingkungan.

Komentar positif banyak mengalir seperti:

“Akhirnya nikah nggak harus glamor. Ini baru keren!”
– @cintaalam.id

Namun ada juga yang mengkritik:

“Semoga tetap jaga kebersihan gunung. Jangan cuma viral, tapi merusak.”
– @lingkunganlestari


Pihak Berwenang Ikut Bersuara

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bogor, Dra. Sri Lestari, menyampaikan apresiasinya atas kreativitas warga.

“Kami mendukung inovasi sosial seperti ini, asalkan tetap memperhatikan kelestarian alam dan keselamatan peserta,” katanya dalam konferensi pers.

Untuk ke depan, pemerintah akan menerbitkan prosedur standar pelaksanaan pernikahan di alam terbuka, khususnya di kawasan konservasi.


Dampak Sosial & Budaya

Tren nikah massal di alam ini mencerminkan pergeseran cara pandang generasi muda terhadap pernikahan. Jika dulu glamor dan pesta besar adalah standar, kini keintiman spiritual dan kesederhanaan justru lebih dihargai.

Psikolog keluarga dari Universitas Padjadjaran, Dr. Wina Febrianti, menilai fenomena ini sebagai bentuk redefinisi nilai-nilai pernikahan.

“Anak muda tidak anti menikah. Mereka hanya ingin proses yang lebih otentik, jujur, dan dekat dengan esensi komitmen,” ungkapnya.


Berlanjut Jadi Tren Nasional?

Setelah viralnya acara di Gunung Rame, komunitas Langkah Cinta Nusantara mengaku telah menerima lebih dari 1.000 permintaan dari pasangan di seluruh Indonesia untuk menggelar pernikahan serupa.

Beberapa daerah yang disebut sebagai lokasi potensial berikutnya termasuk:

  • Bukit Punthuk Setumbu, Magelang

  • Pantai Papuma, Jember

  • Hutan Mangrove, Balikpapan


Kesimpulan: Nikah Tak Perlu Mahal, Cukup Bermakna

Tren nikah massal di puncak gunung ini membuktikan bahwa pernikahan tak perlu mewah untuk bisa berkesan. Dalam suasana sederhana, di bawah langit terbuka, makna cinta dan komitmen justru terasa lebih kuat.

Apakah ini akan menjadi babak baru dalam budaya pernikahan Indonesia? Bisa jadi. Yang jelas, generasi sekarang menunjukkan bahwa mereka siap mencintai—dengan cara mereka sendiri.

Jangan lupa membaca artikel viral lainya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *